Tuesday, April 7, 2020

BERITA PROPERTI

Intiland: Corona, Tantangan Berat Tahun Ini

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah global virus Corona atau Covid-19 telah secara langsung berdampak negatif terhadap perekonomian dan bagi upaya pemulihan industri properti nasional. Bahkan...

Ternyata 433 Desa di Timur Indonesia Belum Dialiri Listrik

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Indonesia memiliki sebanyak 83.436 desa. Dari jumlah itu, ternyata masih sebanyak 433 desa yang belum dialiri listrik. Hal itu dikatakan oleh Menteri...

Siapkan Akomodasi Bagi Tenaga Medis, Kemenparekraf Gandeng RedDoorz

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) menggandeng RedDoorz - platform manajemen dan pemesanan hotel online -...

Cocok Untuk Perkantoran dan Ritel, Terminal Pemindaian Wajah MinMoe “Tanpa Sentuhan”

PropertiTerkini.com, (HANGZHOU) – Satu teknologi terbaru besutan Hikvision, vendor terkemuka dunia untuk berbagai produk dan solusi video keamanan. Namanya, Terminal Pemindaian Wajah MinMoe, produk...

Tren Properti di Kota Sydney Kembali Bangkit

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pasar properti di Australia, seperti di Sydney kini terus memberikan sinyal positif bagi pembeli maupun investor. Tren properti di Kota Sydney untuk tahun ini, sebagaimana dikatakan Michael Yardney, seorang penasehat investasi terkemuka serta penulis buku-buku terlaris di Australia, sedang dalam arah yang tepat untuk kembali bangkit. Michael merujuk pada data selama 12 bulan terakhir hingga Desember 2019 lalu.

“Bahkan selama 40 tahun terakhir, pertumbuhan rata-rata properti yang terjadi di Kota Sydney mencapai 7,4% yang artinya adalah banyak properti yang nilainya menjadi dua kali lipat di setiap dekade,” ujar Michael.

November 2019 lalu, SQM Research yang merupakan badan penelitian investasi terkemuka di Australia memperkirakan harga rumah tapak dan hunian vertikal Kota Sydney akan tumbuh sebesar dua digit pada tahun 2020.

Baca Juga: Peminat Melonjak, 10% Pembeli Waterfall by Crown Group dari Indonesia

Sebagai informasi, harga 1 unit apartemen tipe 1 kamar tidur di V by Crown Group di Parramatta pada tahun 2014 adalah Rp6,25 miliar dan tahun 2018 sudah bernilai Rp7,65 miliar. Sementara tipe unit apartemen 1 bed + study di Skye by Crown Group di North Sydney pada tahun 2013 adalah Rp7,6 miliar dan pada tahun 2018 sudah mencapai Rp9,67 miliar.

“Namun yang perlu dicermati adalah pergeseran tren properti yang sangat dipengaruhi oleh perubahan demografis,” tambah Michael.

Menanggapi ulasan Michael Yeardney, CEO dan pendiri Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan bahwa pergeseran tren properti di Sydney untuk hunian sudah terasa dalam 2 dekade terakhir.

“Pertumbuhan penduduk yang pesat mengakibatkan bertambahnya jumlah tenaga kerja usia muda yang memiliki preferensi tersendiri untuk hunian tempat tinggal,” kata Sunito.

Baca Juga: 6 Proyek Baru Adhi Commuter Properti dan Target IPO 2020

Menurutnya, hal ini menyebabkan semakin besarnya golongan usia produktif yang lebih menyukai hunian berukuran kompak dan dekat dengan tempat mereka bekerja yang dikelilingi oleh pusat perbelanjaan dan kuliner.



“Dan ini mengakibatkan tergerusnya popularitas rumah tapak melalui keberadaan hunian vertical,” tegas Iwan Sunito.

Menurut laporan yang dibuat oleh Worldpopulationreview.com, diterangkan bahwa sejak 2015, populasi Sydney telah tumbuh sebesar 381.694 jiwa yang mewakili 1,63% dari perubahan tahunan.

“Inilah salah satu penyebab utama pertumbuhan jumlah hunian vertikal di Sydney,” tambah Sunito.

Laporan yang dibuat oleh PBB mengungkapkan bahwa pada tahun 2050, 68% populasi dunia akan menempati area perkotaan. Jumlah ini akan meningkat dari saat ini yang hanya sebesar 55%.

Baca Juga: Pertengahan 2020, Crown Group Luncurkan Apartemen Mewah di Melbourne

Laporan PBB tersebut juga memprediksikan adanya tambahan 2,5 juta orang yang akan tinggal di kota 30 tahun ke depan.

“Perlu diingat bahwa negara bagian New South Wales yang memiliki populasi sebesar 7.988.241 merupakan lokomotif perekonomian di Australia yang menghasilkan GSP (Gross State Product) sebesar AUS$ 604 miliar atau 32,7% dari total GNP Australia,” ungkapnya.

Dengan segala kelengkapan yang dimiliki oleh sebuah kota metropolitan, lanjut Sunito, kemudian ditambah pembangunan infrastruktur transportasi massal yang massif, tidaklah mengherankan apabila Sydney menjadi salah satu kota yang paling diminati untuk dihuni di Australia.

“Terbukti selama 10 tahun terakhir, Australia telah menjadi destinasi investasi utama bagi para investor di kawasan Asia umumnya, khususnya Indonesia,” kata dia.

Baca Juga: Rampung Desember 2020, Begini Konsep Kampus UIII Depok

“Pasar properti Australia sempat mencapai puncaknya dengan pertumbuhan sebesar 17% pada tahun 2017 dan bukanlah hal yang mustahil apabila di tahun 2020 ini pertumbuhan nilai properti akan kembali menyentuh angka dua digit sesuai prediksi dari SQM Research,” lanjut Iwan Sunito.

Latest Posts

Pandemi Covid-19: Nasabah KPR Juga Bisa ‘Puasa’ Cicilan 1 Tahun

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis kebijakan dalam rangka memitigasi dampak negatif adanya pandemi Covid-19. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh...

Intiland: Corona, Tantangan Berat Tahun Ini

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah global virus Corona atau Covid-19 telah secara langsung berdampak negatif terhadap perekonomian dan bagi upaya pemulihan industri properti nasional. Bahkan...

Strategi Pemasaran Properti ditengah Pandemi Virus Corona

Oleh: WIDODO PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pada medio Desember 2019 di Wuhan, China digegerkan adanya wabah virus Corona atau Covid 19 adalah jenis penyakit flu yang...

Ternyata 433 Desa di Timur Indonesia Belum Dialiri Listrik

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Indonesia memiliki sebanyak 83.436 desa. Dari jumlah itu, ternyata masih sebanyak 433 desa yang belum dialiri listrik. Hal itu dikatakan oleh Menteri...

BERITA TERKAIT

Pandemi Covid-19: Nasabah KPR Juga Bisa ‘Puasa’ Cicilan 1 Tahun

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis kebijakan dalam rangka memitigasi dampak negatif adanya pandemi Covid-19. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh...

Intiland: Corona, Tantangan Berat Tahun Ini

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah global virus Corona atau Covid-19 telah secara langsung berdampak negatif terhadap perekonomian dan bagi upaya pemulihan industri properti nasional. Bahkan...

Strategi Pemasaran Properti ditengah Pandemi Virus Corona

Oleh: WIDODO PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pada medio Desember 2019 di Wuhan, China digegerkan adanya wabah virus Corona atau Covid 19 adalah jenis penyakit flu yang...

Ternyata 433 Desa di Timur Indonesia Belum Dialiri Listrik

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) - Indonesia memiliki sebanyak 83.436 desa. Dari jumlah itu, ternyata masih sebanyak 433 desa yang belum dialiri listrik. Hal itu dikatakan oleh Menteri...

Rusus ASN Polri di Sumbar Diserahterimakan PUPR

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Sebanyak 25 unit rumah khusus atau rusus ASN Polri di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diserahterimakan oleh Kementerian Pekerjaan...