Saturday, January 16, 2021

Fakta Seputar Menara Kembar Senilai Rp1,9 Triliun di Makassar

Twin Tower akan diperuntukkan sebagai gedung perkantoran pemerintahan. Mulai dari kantor Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan perkantoran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan.

PropertiTerkini.com, (MAKASSAR) — PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan membangun menara kembar sebagai gedung ikonik di Kota Makassar. Proyek tersebut dibangun atas kepercayaan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda).

Proyek yang dinamakan Twin Tower Makassar tersebut akan dibangun di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).

Baca Juga: Waskita Realty Tutup Atap Teraskita Hotel Makassar

Berikut fakta menarik seputar rencana pembangunan menara kembar di Makassar, Sulawesi Selatan tersebut:

Investasi Rp1,9 Triliun

Pembangunan Twin Tower Makassar akan menelan biaya sebesar Rp1,9 triliun. Proyek ini merupakan kontrak rancang bangun menggunakan skema turnkey dan rencananya akan dikerjakan dalam waktu 532 hari kalender serta waktu pemeliharaan selama 360 hari kalender.

“Nilai kontrak pembangunan Twin Tower Makassar sekitar Rp1,9 triliun dengan lingkup pekerjaan meliputi rancang bangun seperti pekerjaan struktur, arsitek, MEP (Mechanical, Electrical dan Plumbing) dan landscape,” kata President Director of PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Destiawan Soewardjono.

Kapal Pinisi

Proyek Twin Tower Makassar didesain mengikuti filosofi kapal Pinisi. Dua menara kembar diibaratkan sebagai dua tiang layar utama kapal, sementara mahkota gedung melambangkan layar kapal Pinisi, serta desain podium yang menyerupai badan kapal.

Kemudian di tengah kedua tower itu akan ada gedung berbentuk lingkaran yang diibaratkan sebagai badan kapal.

Baca Juga: Punya Masalah dengan Perumahan? Adukan Saja ke Kementerian PUPR

“Desain seperti inilah yang menjadikannya sebagai gedung ikonik,” kata Destiawan.

Perkantoran Pemerintah

Gedung menara kembar ini akan dibangun di atas lahan 8 hektar, tepat berada di jantung burung garuda dari total luas lahan alokasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan seluas 157 hektar.

Twin Tower akan diperuntukkan sebagai gedung perkantoran pemerintahan. Mulai dari kantor Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan perkantoran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan.

Selain untuk perkantoran, dalam gedung ini juga akan dilengkapi dengan pusat bisnis dan jasa, seperti hotel, retail komersial, food and beverages, serta UMKM.

Tertinggi Ke-5

Menara Kembar Makassar dibangun dengan luas Gross Floor Area (GFA) kurang lebih 154.551 meter persegi.

Rinciannya, Tower 1 seluas 54.222 meter persegi yang berfungsi sebagai kantor pemerintahan, tower 2 dengan luas 53.100 meter persegi yang berfungsi sebagai kantor DPRD dan hotel.

Kemudian podium dengan luas 47.229 meter persegi yang berfungsi sebagai retail dan parkir.

Baca Juga: 15 Ide Desain Kamar Mandi Modern

Ada juga ruang sidang dengan luas 6.113 meter persegi yang berfungsi sebagai ruang sidang dan drop off.

Di tengah gedung juga ada green plaza sebagai pusat aktivitas, serta kegiatan upacara.

“Direncanakan dua lantai podium untuk area parkir, retail, dan public services tanpa basement,” terang Destiawan.

Total tinggi masing-masing tower adalah 35 lantai dan menjadi gedung tertinggi kelima di Indonesia.

Bisa Diakses Publik

Gedung Twin Tower ini didesain memiliki lantai tertinggi sebagai skyloft yang dapat diakses oleh publik. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat langsung Kota Makassar dengan pengalaman 360 derajat dari titik tertinggi.

Pengunjung juga dapat menyaksikan indahnya pemandangan laut dari ketinggian melalui fasilitas sky dining.

Hemat Energi

Twin Tower Makassar juga didesain sebagai gedung ramah lingkungan. Bangunan ini dilengkapi dengan rangkaian solar panel di podium gedung sebagai sumber energi terbarukan.

Mulai Pembangunan

Proyek Twin Tower Makassar mulai dibangun dengan seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Sabtu, 7 November 2020.

Baca Juga: Standar Desain Hunian Setelah Pandemi, Menurut Iwan Sunito

Selain Destiawan Soewardjono, hadir juga dalam kegiatan tersebut, antara lain Director of Operation I PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Didit Oemar Prihadi dan Director of Operation II PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Bambang Rianto.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU