Fokus Rumah MBR, Sri Pertiwi Sejati Sabet Dua Penghargaan

0
kpr flpp rumah subsidi dari sri pertiwi sejati
Villa Kencana Cikarang di Cikarang, Bekasi adalah salah satu rumah subsidi yang dibiayai pemerintah melalui skema KPR FLPP. Perumahan ini dikembangkan oleh SPS Group./ Foto: Padre - Propertiterkini.com

Selama 18 tahun, Sri Pertiwi Sejati atau SPS Group telah berhasil mensuplai lebih dari 100 ribu unit rumah. Tahun 2018 lalu, pengembang berhasil menjual sebanyak 10 ribu unit rumah.

PropertiTerkini.com (Jakarta) – Pasar properti Indonesia didominasi oleh segmen menengah dan bawah. Segmen ini pun relatif stabil, bahkan tak terusik, meski krisis mendera. Inilah alasan PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) masih bertahan untuk terus membangun rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Asmat Amin, Managing Director SPS Group mengatakan, kebutuhan pasar perumahan di segmen bawah masih sangat besar. Merujuk pada angka GDP per kapita, mayoritas penghasilan penduduk Indonesia sebesar 3.700 dollar Amerika/tahun yang artinya bila dibagi per bulan rata-rata Rp3,8 juta.

Baca Juga: Menteri Sofyan: Ada RDTR, IMB Tak Perlu Lagi

“Angka yang disebutkan itu artinya rata-rata kemampuan mencicil penduduk Indonesia berkisar Rp1,2 juta-Rp1,3 juta/bulan,” kata Asmat Amin, Managing Director SPS Group dalam keterangannya.

Hal ini, lanjut Asmat, menunjukan bahwa segmen rumah subsidi dan subsidi plus atau juga disebut dengan masyarakat berpenghasilan rendah, tidak mengenal istilah lesu.

“Pasarnya yang sangat besar dan merupakan kebutuhan utama bagi mereka. Makanya kita fokus di pasar ini,” tegas Asmat.

SPS Group kini tercatat sebagai garda terdepan dalam pembangunan rumah rakyat. Kecepatan penjualan menjadi jurus jitu pengembang dalam menjalankan bisnisnya.

Tidak heran, Sri Pertiwi Sejati juga dikenal sebagai developer spesialis rumah subsidi alias rumah murah.




Baca Juga: Kejar Target 15.000 Rumah, Berikut Proyek Andalan SPS Group

Selama 18 tahun SPS Group telah berhasil mensuplai lebih dari 100 ribu unit rumah. Tahun 2018 SPS Group berhasil menjual sebanyak 10 ribu unit dari beberapa proyeknya.

Kecepatan juga menjadi kunci sukses pengembangan rumah murah. Karena margin keuntungan yang tipis, pengembangannya harus dilakukan dengan kecepatan yang tinggi untuk memperlancar cashflow perusahaan.

Misalnya, memasarkan 2.500 unit rumah harus bisa dilakukan dalam 1,5-3 bulan sehingga dana yang ada bisa digunakan untuk membeli lahan baru sehingga pengembangan dan belanja tanah bisa berjalan seiring untuk menjamin kontinuitas perusahaan.

Dua Penghargaan

Atas konsistensinya di ceruk pasar tersebut, jelang akhir tahun 2019 ini, kembali SPS Group menuai prestasi. Bahkan kali ini, pengembang berhasil menyabet penghargaan di dua ajang bergengsi segmen bisnis properti Indonesia.

Pada malam penganugerahaan penghargaan properti, Rabu (20/11/2019), SPS Group meraih RealEstate Creative Award (RCA 2019) dalam kategori “Top FLPP Developer Of The Year”.

Di hari yang sama juga, melalui ajang Housing Estate Award 2019, Sri Pertiwi Sejati kembali berhasil meraih “The Most Favourite Of Subsidized House Marketing Developer in Indonesia”.

Baca Juga: Asmat Amin, Tokoh Pengembang Rumah Rakyat Paling Populer 2019

Dua penghargaan sekaligus di penghujung tahun 2019 ini sekaligus membuktikan komitmen pengembang yang akan terus berkontribusi menghadirkan rumah bagi rakyat bawah.

Bagi Asmat, penghargaan yang diterima tersebut menjadi cambuk untuk terus berinovasi dalam pengadaan hunian bagi MBR.

“Semua penghargaan ini akan menjadi cambuk untuk kami lebih bisa berinovasi dan berkreasi dalam hal pengadaan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dalam hal ini rumah subsidi,” tutup Asmat.

Komentar