Hubungkan Indonesia dengan Singapura, Sinar Mas Land Bangun ‘Jembatan Digital’

4
jembatan digital di batam
(Kiri-Kanan): Marco Bardelli, Direktur PT Taman Resor Internet; Michael Wiluan, Presiden Direktur PT Taman Resor Internet; Michael Widjaja, Group CEO Sinar Mas Land dan Steven Japari, Direktur PT AFP Dwi Lestari, usai menandatangani perjanjian kerjasama joint venture untuk membangun kawasan Digital Nongsa, di Singapura, Jumat (22/2/2019)./ Foto: dok. Sinar Mas Land

Proyek ‘jembatan digital’ akan dibangun dalam area seluas 8 hektar di kawasan Nongsa. Kerjasama joint-venture dengan nilai Rp350 miliar ini berlaku untuk jangka waktu satu dekade ke depan.

Propertiterkini.com – Di masa yang akan datang, ekonomi berbasis digital akan menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Alasan ini pula telah mendorong pengembang Sinar Mas Land untuk mengembangkan area ekonomi digital di Nongsa, Batam.

Baca Juga: Meisterstadt Batam Akan Gunakan Lift dan Elevator dengan Teknologi Pintar dari KONE

Komitmen pengembangan kawasan ekonomi digital telah diteken (joint-venture) bersama Citramas Group di Singapura, pada Jumat, (22/2/2019) lalu. Pembangunan bersama akan dimulai pada kuartal ke-3 2019.

Area ini nantinya akan dikembangkan sebagai ‘jembatan digital’ yang menghubungkan Indonesia dan Singapura juga sebagai kawasan ekonomi digital untuk menarik perusahaan-perusahaan digital dan teknologi domestik maupun internasional.

Potensi ini dilihat sebagai sebuah kesempatan yang bagus dalam mendorong ekonomi digital sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia di masa depan, demikian keterangan tertulis Sinar Mas Land yang diterima di Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Advertisement

Sinar Mas Land, melalui PT AFP Dwilestari, dan Citramas Group, melalui PT Taman Resor Internet, akan mengembangkan wilayah seluas 8 hektar di kawasan Nongsa.

Kerjasama dengan nilai investasi sebesar Rp350 miliar ini berlaku untuk jangka waktu satu dekade ke depan. Adapun komposisi kepemilikan saham di proyek ini adalah Sinar Mas Land sebesar 50% dan Citramas Group sebesar 50%.

“Kami melihat pengembangan ekonomi digital sangat penting bagi Indonesia menuju era industri 4.0. Oleh karena itu, Sinar Mas Land memprioritaskan pengembangan yang sejalan dengan kemajuan teknologi,” ujar Michael Widjaja, Group CEO Sinar Mas Land.

Kata dia, pengembangan kawasan digital sebagain ‘jembatan digital’ di Nongsa merupakan kelanjutan dari sukses Sinar Mas Land mengembangkan kota digital pintar di BSD City

“Kami akan menerapkan konsep ini di Nongsa untuk membangun kota digital yang mendukung ekonomi digital Indonesia serta memberikan kehidupan yang baik bagi masyarakat Batam,” katanya.

Baca Juga: Sinar Mas Land Mulai Bangun The Nove Residences di Batam



Nongsa dipilih sebagai lokasi pengembangan kawasan bisnis digital lantaran letaknya yang sangat strategis. Nongsa dapat diakses dalam 30 menit dari Singapura dengan menggunakan kapal ferry dan 15 menit dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Kelebihan itu menarik para pelaku industri digital yang menginginkan lokasi yang dekat dengan Singapura, serta ketersediaan para pekerja teknologi digital dengan biaya yang kompetitif. Pembangunan ini akan membantu perkembangan ekonomi digital di Batam dan akan menyediakan sekitar 2.000 lapangan kerja baru di bidang tersebut.

Kawasan ini juga akan dilengkapi dengan perkantoran dan area penunjang lainnya seperti pusat perbelanjaan, pusat pelatihan digital, sekolah, rumah susun dan rumah sakit untuk mendukung kebutuhan hidup masyarakat dan pekerja di area ini.

Proyek di Batam

Baik Sinar Mas Land maupun Citramas Group sebelumnya telah mengembangkan beberapa fasilitas di sekitar area Nongsa, Batam.

Sinar Mas Land telah bercokol di Batam sejak 1995 dengan proyek perdana perumahan Taman Dutamas seluas 58 hektar. Di Nonga, dikembangkan proyek mixed used bertaraf internasional, Nuvasa Bay seluas 228 hektar yang diresmikan sejak 2015 lalu.

Proyek ini memiliki garis pantai sepanjang 1,2 km, dan juga padang golf terbesar di Batam, Palm Springs Golf. Fasilitas lain, seperti Sea Forest Adventure Park (10 ha), kondominium, perumahan dan hotel juga dalam masa pengembangan. Secara total, Nuvasa Bay akan mengembangkan 6.000 unit hunian kondominium maupun rumah tapak.

Bahkan masterplan proyek yang didesain oleh biro perencanaan ternama WATG asal Amerika Serikat ini juga telah memenangkan beberapa penghargaan internasional. Diantaranya, “Best Future Mega Project” dari MIPIM Asia dan “Best Marketing” dari Asia Pacific Property Award.

Di lokasi proyek ini juga, Sinar Mas Land telah meluncurkan The Nove, sebuah pengembangan eksklusif seluas 5 hektar, yang terdiri atas kondominium dan rumah yang memiliki pemandangan langsung ke Singapura, laut, pantai, danau dan lapangan golf.

Citramas Group pun telah membangun beberapa proyek di Batam. Antaralain Nongsapura Ferry Terminal di Nongsa, yakni pelabuhan yang menghubungkan Batam dengan Tanah Merah Singapura. Kemudian studio animasi dan perfilman Infinite/Kinema Studio, Nongsa Point Marina, Turi Beach Resorts dan Nongsa Village.

Baca Juga: Creative Nest Indonesia Lengkapi Kawasan Digital Hub BSD City

Saat ini pun, Citramas Group tengah membangun megaproyek Nongsa Digital Park, sebuah proyek sektor swasta Indonesia dan Singapura untuk ekosistem digital di kawasan Nongsa.

Citramas Group telah beroperasi di sektor ekonomi digital Indonesia selama lebih dari satu dekade. Cikal bakal keberadaan PT Kinema Systrans Multimedia (Kinema) di Indonesia yang merupakan bagian dari Infinite Studios Singapore yang bergerak dalam bidang multimedia content creation and production.

4 COMMENTS

Komentar