Sunday, April 11, 2021

Omnibus Law Untungkan Pengembang Properti di Batam

Saat ini, Triniti Land sedang mengembangkan proyek Marc’s Boulevard di wilayah Batam. Proyek di lahan seluas 23 hektar di Batam Centre tersebut dibangun dengan total investasi sebesar Rp6 triliun.

PropertiTerkini.com, (BATAM) — Omnibus Law Cipta Kerja yang baru disahkan beberapa waktu lalu ternyata menjadi angin segar bagi pengembang properti di Batam, Kepulauan Riau. Pasalnya, Undang-undang ini dinilai memiliki visi untuk membuka keran investasi seluas-luasnya.

Ishak Chandra, CEO sekaligus Presiden Direktur Triniti Land mengatakan, beberapa pasal dalam undang-undang sapu jagat tersebut memberi kemudahan bagi sektor properti termasuk diantaranya soal kepemilikan asing.

Baca Juga: Condovilla Paul & Prive Batam Mulai Dibangun, Harga Mulai Rp400 Jutaan

“Aturan mengenai kepemilikan atas satuan rumah susun yang diatur dalam pasal 144 ayat 1 dari Undang-undang Cipta Kerja menyatakan hak milik atas satuan rumah susun dapat diberikan kepada warga negara asing yang mempunyai izin sesuai peraturan perundang-undangan. Hal ini memungkinkan kepemilikan asing atas satuan rumah susun,” kata Ishak, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/10/2020).

Tidak hanya memberikan kesempatan bagi warga negara asing, kata dia, dalam pasal 137 ayat 1 dari Omnibus Law Cipta Kerja tersebut juga memberikan kepada Badan Hukum Asing yang memiliki perwakilan di Indonesia untuk dapat memiliki hak atas satuan rumah susun.

Hal inilah, menurut Ishak, menjadi sentimen positif bagi pengembang properti, terutama bagi pengembang properti menengah ke atas termasuk PT Perintis Triniti Properti Tbk.

Baca Juga: Menteri Sofyan: Bank Tanah untuk Bangun Rumah Rakyat

“Oleh karenanya, kami menyambut gembira UU Cipta Kerja tersebut, karena UU ini akan memberikan keuntungan bagi Triniti Land yang memiliki banyak proyek Condominium. Terutama proyek kami yang berada di Batam yang merupakan salah satu pintu masuk terbesar orang asing ke Indonesia,” terangnya.

Ishak yakin, adanya aturan baru tersebut, akan berdampak besar pada penjualan produk properti Triniti Land yang meningkat pesat di tahun 2021.

Saat ini, Triniti Land sedang mengembangkan proyek Marc’s Boulevard di wilayah Batam. Proyek di lahan seluas 23 hektar di Batam Centre tersebut dibangun dengan total investasi sebesar Rp6 triliun.

“Dengan banyaknya sentimen yang saat ini mengguyur pasar properti di wilayah Batam, dipastikan juga PT Perintis Triniti Properti Tbk dapat memetik hasilnya,” katanya.

Senda dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Kepri, Jadi Rajagukguk. Kata dia, berbagai macam kebijakan pemerintah yang memicu sentimen positif sektor properti mulai dirasakan oleh berbagai kalangan termasuk pengusaha properti di Batam.

Baca Juga: Promo TBA Dorong Penjualan Apartemen The Parc

Salah satunya adalah aturan mengenai kesepakatan pembukaan perjalanan terbatas terutama untuk bisnis esensial Indonesia-Singapura yang telah dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2020 ini.

“Hal ini menjadi angin segar bagi para pengusaha yang ada di Batam setelah sebelumnya terpukul dengan adanya pandemi Covid-19,” katanya.

BERITA TERKAIT

Pasang Iklan disini ...

PROPERTI TV

BERITA TERBARU