RS Pondok Indah – Bintaro Jaya Masuk Finalis Penghargaan Arsitektur Dunia

0
Penghargaan Arsitektur Dunia
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya dibangun 7 lantai dengan luas lahan 12.600 m2 dan luas bangunan 34.000 m2, mulai beroperasi sejak 2017./ dok. RSPI

RS Pondok Indah di Bintaro Jaya adalah satu-satunya rumah sakit dari Indonesia yang masuk finalis penghargaan arsitektur dunia, WAF 2019 dalam kategori Health-Completed Buildings. Pemenangnya akan diumumkan Desember tahun ini.

PropertiTerkini.com – RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menjadi salah satu finalis dalam penghargaan bergengsi bagi para arsitek di seluruh dunia yang bertajuk World Architecture Festival 2019 (WAF 2019).

Baca Juga: 7 Museum Arsitektur Futuristik Terbaik Dunia

Ajang tahunan penghargaan arsitektur dunia yang kembali akan digelar ini menempatkan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya sebagai finalis dalam kategori Health-Completed Buildings. Dan ini menjadi satu-satunya kandidat dari tanah air dalam kategori tersebut. Rumah sakit ini akan bersanding dengan desain arsitektur fasilitas kesehatan lain asal Nepal, Swedia, Ghana, Inggris, Jepang, Australia, Swiss, Inggris, dan Singapura.

“Sungguh menjadi suatu kebanggaan kami bahwa desain rumah sakit ketiga RS Pondok Indah Group dapat terpilih menjadi salah satu finalis dalam World Architecture Festival 2019,” ujar Chief Executive Officer RS Pondok Indah Group, dr. Yanwar Hadiyanto, MARS, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (12/11/2019).

Sejak merencanakan pembangunan rumah sakit ini, lanjutnya, telah dirancang untuk menghilangkan kesan kaku dan dingin yang membuat orang segan untuk datang ke rumah sakit.

Baca Juga: Podomoro Park Bandung Tambah Fasilitas Rumah Sakit

“Kami ingin rumah sakit ini menjadi rumah sakit yang nyaman dan hangat. Itulah sebabnya rumah sakit ini mengedepankan konsep green and homey,” tegasnya.

Bangunan rumah sakit ini menggunakan banyak material kaca, yang memungkinkan pencahayaan natural dari sinar matahari untuk masuk sebanyak-banyaknya, sehingga dapat mengurangi penggunaan listrik. Sementara ruang terbuka hijau dimanfaatkan sebagai oase penyejuk dari material bangunan yang terkesan futuristik.

“Beberapa instalasi karya seni berbentuk fauna berukuran real size diletakkan di lobi utama untuk menghadirkan suasana alam, memberikan sambutan yang hangat bagi para pasien dan pengunjung rumah sakit,” jelasnya.

Green and Homey

RS Pondok Indah – Bintaro Jaya terdiri dari tujuh lantai dengan luas lahan 12.600 meter persegi dan luas bangunan 34.000 meter persegi. Konsep green and homey dipilih untuk membuat pasien merasa nyaman meskipun sedang berada di rumah sakit. Melalui konsep ini juga diharapkan dapat mendukung proses pemulihan pasien, sesuai dengan konsep ‘getting better starts from feeling better’.

RS Pondok Indah – Bintaro Jaya
Area Lobi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya/ dok. RSPI

Baca Juga: Luar Biasa, Inilah 10 Desain Jembatan Neofuturistik di Dunia

“Sejak perencanaan, kami selalu berkomunikasi secara intens dan bekerja berdampingan dengan tim arsitektur. Kami menginginkan sebuah rumah sakit yang dapat mengakomodir harapan pengunjung maupun pemberi layanan sehingga memenuhi kebutuhan akan faktor keselamatan dan pelayanan namun tetap nyaman,” tambah dr. Yanwar.

Konsep arsitektur rumah sakit yang berlokasi di Bintaro Jaya ini dipercayakan kepada firma arsitek Silver Thomas Hanley (STH) sebagai Lead Architect dan Arkonin sebagai Architect of Record.

RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menghadirkan desain modern dengan banyak ornamen lengkung yang mempermanis sudut bangunan. Tidak hanya dari arsitekturnya, desain interior rumah sakit ini pun membuat siapapun yang datang, lupa kalau sedang berada di rumah sakit.

Semua ruang, termasuk ruang rawat inap, dirancang untuk menghadirkan suasana nyaman dalam rumah sakit yang mulai beroperasi sejak April 2017 ini.

Baca Juga: Desain Masjid Al Safar Dikaitkan Illuminati, Begini Penjelasan Ridwan Kamil dan Jasa Marga

Berbagai instalasi karya seni kreasi anak bangsa yang menghiasi sudut-sudut ruang berpadu harmonis dengan arsitektur bangunan, termasuk goresan tangan seniman cilik hasil drawing competition siswa SD di sekitar RS Pondok Indah – Bintaro Jaya yang dipajang di Klinik Anak, berbagai pahatan, serta lukisan-lukisan ciptaan para seniman nasional.

Smart Hospital

RS Pondok Indah – Bintaro Jaya juga dikembangkan sebagai smart hospital. Sama dengan RS Pondok Indah lainnya, RS Pondok Indah – Bintaro Jaya juga menggunakan sistem informasi rumah sakit digital dan terintegrasi antar setiap unit dan dengan RS Pondok Indah lainnya.

Pelayanan yang didukung sepenuhnya dengan sistem digital dan teknologi terkini ini tak serta merta membuat RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menjadi terkesan kaku dan dingin.

Baca Juga: Seperti Apa Penampakan 7 Bangunan Ikonik, Jika Diubah dengan Gaya Arsitektur Berbeda

Arsitektur dan interior yang dirancang sedemikian rupa tetap membuat rumah sakit dengan sistem digital dan teknologi yang merupakan state of the art ini menjadi fasilitas kesehatan yang terkesan hangat dan nyaman.

Ramah Lingkungan

Recovery Room RS Pondok Indah – Bintaro Jaya
Recovery Room RS Pondok Indah – Bintaro Jaya/ dok. RSPI

Secara bangunan dan pengelolaan, RS Pondok Indah – Bintaro Jaya juga mengedepankan aspek ramah lingkungan. Salah satunya dengan pemanfaatan konsep rumah kaca.

Pengaplikasian konsep ini tidak hanya memungkinkan cahaya dari luar untuk leluasa masuk ke dalam bangunan, tapi juga mengurangi penggunaan lampu, terutama pada pagi dan siang hari.

Baca Juga: BAF Plaza, Kantor Pusat Baru BAF Usung Konsep Green Building

Penggunaan lampu LED pun semakin mengoptimalkan penghematan energi. Pengelolaan limbah (waste management) juga menjadi aspek lain yang diperhatikan.

Selain itu, bangunan juga mengadopsi konsep sustainable sites initiative (SITES), efisiensi air dan energi, dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang didukung oleh teknologi terdepan untuk mengurangi produksi gas polutan.

Baca Juga: Pentingnya Konsep Green Roof di Perkotaan

Tim arsitektur RS Pondok Indah – Bintaro Jaya harus mempresentasikan desain yang mereka buat secara langsung di hadapan para delegasi dan juri internasional di World Architecture Festival yang berlokasi di Amsterdam. Pemenang penghargaan arsitektur dunia ini akan diumumkan pada Desember 2019.

Advertisement

Komentar