Soal Infrastruktur, Jokowi: Saatnya Indonesia Sentris, Bukan Lagi Jawa Sentris

3
Jembatan Layang Maros-Bone
Jembatan Layang Maros-Bone./ Foto: Kementerian PUPR

Pembangunan infrastruktur bukan hanya terpusat di Pulau Jawa namun juga menyebar ke pelosok Nusantara, saatnya Indonesia sentris, bukan lagi Jawa sentris.

Propertiterkini.com – Selama empat tahun kepemimpinannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang lebih fokus pada pembangunan infrastruktur. Hal ini dilakukan semata-mata untuk tujuan pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Jalan Tol Pandaan-Malang Segera Beroperasi, Surabaya-Malang 1 Jam Saja

Meski demikian, kebijakan ini banyak dikritisi lantaran dianggap tidak memedulikan kehidupan ekonomi masyarakat dalam negeri, hingga membengkaknya utang luar negeri.

“Apa yang kita kerjakan memang hasilnya tidak instan. Hasilnya tidak bisa langsung kita nikmati. Itulah pil, kadang-kadang pahit, kadang-kadang sakit. Tetapi, kita memang harus minum itu, agar kita menjadi bangsa yang sehat, yang produktif, yang kompetitif, dan yang efisien,” kata Jokowi dalam sambutannya di sebuah acara televisi swasta nasional, Senin (26/11/2018).

Apa yang telah kita kerjakan. Lanjut Jokowi, yang dilakukan adalah memperbaiki struktur fiskal, dari yang konsumtif ke produktif. Salah satunya adalah memangkas subsidi BBM yang dilakukan sejak awal kepemimpinannya di 2014 lalu. Alasannya, lantaran sebesar 82 persen subsidi tersebut justru dinikmati oleh kalangan atas.

Baca Juga: Kenapa Presiden Lebih Fokus Bangun Infrastruktur daripada Ekonomi

“Kita alihkan untuk kegiatan-kegiatan produktif. Untuk membangun infrastruktur, untuk membangun jalan, pelabuhan, airport, jalan tol, untuk pembangkit tenaga listrik. Dari sinilah kita mulai,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur saat ini memang tidak hanya berfokus di Pulau Jawa saja namun merata ke seluruh pelosok Indonesia.

“Orientasi kita memang tidak Jawa sentris, tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi Indonesia sentris. Inilah perubahannya. Kalau saya orang politik, yang benar memang dibangun di Jawa. Tetapi resiko itu sudah kita hitung dan kita memilih yang Indonesia sentris,” tegas Presiden Jokowi.



Adapun pilihan tersebut, sambung Jokowi, untuk keadilan sosial, untuk tujuan pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia juga untuk memunculkan sentra-sentra ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Meski demikian, Jokowi mengakui jika pembangunan infrastruktur sebagai pondasi memang belum semuanya rampung, namun akan terus dikebut penyelesaiannya.

“Tahapan besar yang kedua, nantinya yang dimulai tahun 2019 adalah pembangunan sumber dana manusia, peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegas Presiden Jokowi.

Baca Juga: Tol Solo-Ngawi Rampung, Segera Diresmikan Jokowi

Masih dalam acara tersebut, pada sesi yang berbeda, ada peserta yang mempertanyakan kepastian rampunganya beberapa infrastruktur di daerah. Seperti Ricky Afrianto asal Palembang yang menanyakan kapan mulai beroperasinya Jalan Tol Lampung-Palembang sehingga bisa dinikmati masyarakat.

“Kebetulan hari Sabtu saya baru saja cek lapangan. Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 148 kilometer akan kita resmikan di desember tahun ini. Kemudian dari Bakauheni-Palembang sepanjang 350 kilometer, kemarin saya tanyakan yang mengerjakan. Katanya rampung bulan Juni 2019. Saya tawar, bulan April,” ungkap Jokowi.

“Supaya apa. Agar nanti di bulan Lebaran, sudah bisa kita pakai untuk pulang kampung dari Jakarta ke Lampung, kemudian ke Palembang,” sambung Presiden.

Sehari setelahnya, ketika memberikan sambutan pada acara Kompas100 CEO Forum Tahun 2018, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (27/11/2018), Presiden kembali mempertegas soal beroperasinya beberapa ruas tol pada tahun ini.

“Sebentar lagi, nanti di bulan Desember Tol Jakarta-Surabaya akan sambung. Untuk Merak-Banyuwangi, nanti masih di akhir tahun 2019,” kata Presiden.

Baca Juga: Jokowi: Oktober-Desember 13 Tol Beroperasi, Begini Kata Netizen

Tidak hanya itu, pada akhir 2018 ini, beberapa infrastruktur lain, seperti Pelabuhan Besar Kuala Tanjung di Sumatera Utara juga akan selesai. Selanjutnya, Makassar New Port, juga pelabuhan besar, nanti di Januari 2019.

Satu lagi yang ditunggu Presiden pada akhir 2018 ini adalah selesainya pembangunan runway 3 di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Tapi, karena pembebasan lahan yang agak sedikit terhambat mungkin masih mundur di pertengahan tahun di 2019.

Advertisement

3 COMMENTS

Komentar