Tahun Ini, ModernCikande Mulai Bangun Halal Industry Terbesar

2
halal industry terbesar akan dibangun dalam kawasan industri moderncikande
ModernCikande Industrial Estate./ Foto: Padre

Beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand sudah lebih dahulu fokus pada industri makanan dan minuman halal. Ironinya, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak justru hanya menjadi pasar produk halal bagi negara lain. ModernCikande telah menyiapkan lahan 500 hektar untuk mengembangkan Modern Halal Valley sebagai kawasan Halal Industry terbesar di Indonesia.

Propertiterkini.comPT Modernland Realty Tbk melalui anak perushaannya PT Modern Industrial Estat yang mengembangkan ModernCikande Industrial Estate (MCIE) segera memulai pembangunan Halal Industry terbesar dan pertama di Indonesia.

Baca Juga:

Pascall Wilson, Direktur Utama PT Modern Industrial Estat, mengatakan bahwa Modern Halal Valley ini merupakan salah satu inovasi terbaru yang akan dibangun di area seluas 500 hektar dalam kawasan industri yang berlokasi di Cikande, Serang, Banten tersebut.

“Sehingga Modern Halal Valley ini akan menjadi sebuah kawasan Halal Industry terbesar dan pertama di Indonesia,” ujar Pascall melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Kawasan ini nantinya terdiri dari Halal Integrated Supply Chain, Standard Factory Building, Industrial Land, dan Logistic Park.

Modern Halal Valley merupakan zona Halal Industry terbesar yang merangkul nilai-nilai Muslim, memenuhi standar tertinggi dalam hal halal, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan.

Modern Halal Valley nantinya juga menyediakan berbagai kebutuhan penunjang bagi ekosistem halal yang lengkap untuk produksi halal yang efisien serta pendistribusian domestik dan ekspor ke pasar internasional.

“ModernCikande Industrial Estate ingin berpartisipasi dalam mewujudkan visi Indonesia membangun ekosistem halal yang lengkap untuk makanan halal dan industri terkait,” kata Pascall Wilson.

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk., Freddy Chan mengatakan, terobosan baru tersebut akan segera direalisasikan setelah Lebaran tahun 2018 ini. Sehingga upaya ini pula diharapkan mampu mendorong pertumbuhan dari sektor industri yang berjalan lebih lambat dari residensial.




“Saat ini sudah setengah pencapaian dari target. Kalau dari residensial tidak ada masalah, kami masih on track. Industrial yang memang harus ada terobosan-terobosan. Sehingga setelah lebaran ini, sekitar Juli kami akan meluncurkan Halal Industry terbesar,” ujar Freddy kepada awak media di Jakarta Barat, Selasa (5/6/2018) lalu.

Lebih lanjut Pascall menambahkan, potensi industri halal di Indonesia sangatlah besar namun ironinya hingga saat ini Indonesia justru hanya menjadi pasar negara lain di industri halal.

Karena itu, melalui Modern Halal Valley, MCIE siap memfasilitasi investor industri halal baik itu lokal maupun asing.

“Zona industri halal yang kami kembangkan memiliki infrastruktur dan fasilitas yang menunjang manajemen dan distribusi halal, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun pasar internasional. Kami bahkan berharap nanti kawasan ini bisa menjadi ekosistemnya industri halal tanah air,” ujarnya.

Pascall menambahkan semua model dan jenis industri halal akan difasilitasi. Kawasan industri halal di MCIE telah didukung fasilitas dan infrastruktur modern yang telah terintegrasi serta memiliki akses pada jaringan pasar halal global.

Dalam kawasan ini juga disediakan kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang akan membantu dan memberi informasi bagi para investor asing terkait semua hal tentang investasi di Indonesia termasuk membantu permohonan izin dan penyerahan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM).

Pascall berharap, kawasan industri halal tersebut nantinya bisa memfasilitasi para stakeholder pelaku industri. Sehingga melalui kawasan Halal Industry terbesar ini pula, mampu mendorong pertumbuhan industri halal di Indonesia dan membantu Indonesia tak hanya menjadi pasar namun juga menjadi pemain di Industri halal global.

“Kami optimis zona industri halal di ModernCikande Industrial Estate akan diminati karena ModernCikande Industrial Estate memiliki banyak keunggulan yang diperlukan oleh investor dan pelaku industri,” kata Pascall.

Dari segi harga, lahan di kawasan Halal Industry diperkirakan akan lebih mahal dari kawasan industri konvensional. Untuk saat ini, harga tanah kawasam industri sebesar Rp1,8 juta per meter persegi, sementara Halal Industry diperkirakan sekitar Rp2 juta -2,25 juta per meter persegi.

Adapun Kawasan Industri ModernCikande berada di total lahan seluas 3.175 hektar. Luas lahan yang telah dikembangkan hingga saat ini sekitar 40% dengan sisa pengembangan lahan secara izin sekitar 1.500-an hektar.

Dalam kondisi teraktual, lebih dari 200 perusahaan baik lokal maupun multinasional dari berbagai ragam jenis usaha telah mempercayakan Kawasan Industri ModernCikande sebagai rumah bagi usaha dan bisnis mereka.