Transformasi Perhotelan di Bali, OYO Investasi 30 Juta Dollar Amerika

0
Perhotelan di Bali
OYO Hotels & Homes, meresmikan jaringan hotelnya di Bali, Kamis (5/9/2019)./ Foto: OYO

OYO secara khusus mengalokasikan investasi sebesar $30 juta untuk mendorong transformasi industri perhotelan di Bali dan menjangkau basis pelanggan yang lebih luas.

PropertiTerkini.comOYO Hotels & Homes, meresmikan jaringan hotelnya di Bali, Kamis (5/9/2019). Peresmian ini merupakan bagian dari tercapainya babak baru pertumbuhan bisnis OYO di Indonesia.

Baca Juga: Hyatt Regency Bali Kini Punya Tren Baru

Dalam kurun waktu kurang dari setahun, OYO memiliki lebih dari 1.000 hotel, 1.200 mitra pemilik hotel, dan 5 juta pelanggan di 100 kota di seluruh Indonesia. Pencapaian ini lebih cepat dari target awal OYO, yaitu untuk hadir di 100 kota pada akhir tahun 2019.

Ritesh Agarwal, OYO Hotels & Homes Founder & Group CEO menuturkan, Bali sebagai ikon pariwisata di Indonesia adalah pasar yang krusial bagi OYO. Kata dia, pariwisata adalah penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Bali dan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 43% kunjungan wisata mancanegara dari seluruh Indonesia adalah dari Pulau Bali.

“Indonesia merupakan salah satu pasar prioritas bagi OYO, khususnya Bali sebagai destinasi pariwisata strategis bagi wisatawan domestik maupun mancanegara dan kini, OYO telah diresmikan di Bali,” ujar Ritesh yang juga hadir dalam peresmian tersebut.

Advertisement

Selain itu, lanjut dia, OYO juga secara khusus mengalokasikan investasi sebesar $30 juta untuk mendorong transformasi industri perhotelan di Bali dan menjangkau basis pelanggan yang lebih luas.

Baca Juga: Far East Hospitality Buka Hotel Pertama di Jepang

“Kami senantiasa fokus dan berkomitmen untuk membantu lebih banyak mitra pemilik hotel mentransformasi properti mereka menjadi akomodasi berkualitas dengan harga kompetitif dan memberikan pengalaman menginap yang terbaik untuk para pelanggan,” terangnya.

Lebih lanjut, sebagai industri penyokong pariwisata, industri perhotelan di Bali tentu akan mendapat keuntungan dari pasar yang berpotensi tinggi.

Data terakhir BPS juga menyatakan bahwa terdapat 551 hotel berbintang di Bali, yang terdiri dari 61% hotel bintang 1-3 pada tahun 2017.

Untuk bisa sukses di persaingan yang begitu ketat, dibutuhkan kemampuan memetakan solusi, potensi, serta tantangan di industri lokal. OYO memiliki dukungan on-ground dari tim lokal yang berpengalaman dan memahami keadaan industri hospitality lokal dan mampu memberi solusi paling tepat.

Baca Juga: Collection O, Hotel Budget dari OYO untuk Profesional

Rishabh Gupta, Country Head OYO Hotels & Homes Indonesia, menambahkan, pihaknya sangat percaya diri dengan pertumbuhan OYO di Bali. Kata dia, sebanyak 105 hotel dengan 1.034 kamar telah bergabung di jaringan hotel OYO di Bali.

“Per Agustus 2019, tingkat hunian hotel OYO di Bali mencapai 65-70%, dengan rata-rata pemesanan terjadi setiap 1 menit. Sebagai pelopor model bisnis perhotelan full-stack berbasis teknologi pertama di dunia, kami berharap keberadaan OYO di Indonesia dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan industri perhotelan lokal,” ungkapnya.

Kini, OYO telah hadir di 100 kota di Indonesia dengan lebih dari 1.000 hotel tersebar di Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

Dalam perjalanannya, OYO juga telah menciptakan lebih dari 10.000 peluang ekonomi secara langsung maupun tidak langsung.

Baca Juga: Kereta Bandara Adi Soemarmo Solo Beroperasi Oktober

Hal ini membuktikan komitmen OYO untuk turut berpartisipasi untuk mentransformasi bisnis perhotelan di Indonesia, melalui model bisnis full-stack berbasis teknologi.

Komentar