Harga Naik! Berkah Borneo Bay City di Ibu Kota Baru

0
borneo bay city residences
Borneo Bay City Residences kini dijual mulai Rp800 juta hingga Rp3 miliar./ dok. Borneobaycity.com

Borneo Bay City di Kota Balikpapan dibangun di atas lahan seluas sekitar 10 hektar, dimana sekitar 5 hektarnya merupakan pengembangan baru. Harga hunian superblok kini naik menjadi Rp800 juta.

PropertiTerkini.com – Kepastian soal pemindahan ibu kota ke wilayah Kalimantan Timur yang disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu diakui berdampak positif bagi pelaku usaha, termasuk pengembang properti.

Baca Juga: Pindah Ibu Kota, Properti di Kalimantan Timur Melesat

Salah satu yang merasakan dampak positif ini adalah PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang sudah merintis pengembangan kawasan Borneo Bay City di Kota Balikpapan sejak 2013 silam.

“Ini berkah buat kami. Rencana pemindahan ibukota ke Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Pasir Utara yang relatif berdekatan dengan lokasi Borneo Bay City ternyata makin meningkatkan minat masyarakat terhadap properti kami di sini,” ujar Direktur PT Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya, dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Agung menegaskan, pengembangan Borneo Bay City sama sekali tidak ada hubungannya dengan rencana perpindahan ibukota dari Jakarta ke salah satu wilayah Kalimantan Timur.

Advertisement

Baca Juga: Taufik Hidayat: Pindah Ibu Kota Dongkrak Kinerja PP Properti

“Proyek properti ini sudah kami kembangkan sejak 2013 karena sejak dulu kami telah melihat potensi perkembangan Kota Balikpapan yang prospektif ke depan,” kata Agung.

Agung melanjutkan, rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan tidak hanya memberikan dampak positif bagi para pelaku di sektor properti saja.

Multiplier effect dari rencana strategis pemerintah ini akan berdampak positif kepada banyak hal. Terutama untuk mempercepat pembangunan di kawasan timur Indonesia,” jelas Agung lagi.

Balikpapan dan wilayah lain di Kalimantan, menurut Agung, tentunya akan menjadi wilayah yang lebih cepat menerima dampak positif dari rencana pemerintah ini. Menyusul kemudian wilayah Indonesia Timur lain juga akan merasakan multiplier effect yang nyata dan akan berkembang semakin pesat lagi.

Baca Juga: Ibu Kota Negara Pindah Tahun 2024, Begini Tahapannya

“Kelak, akan ada tambahan satu kota besar baru di kawasan timur Indonesia yang menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi Indonesia,” tambah Agung.

Sebelum santer terdengar wacana perpindahan ibukota ke Pulau Kalimantan, Kota Balikpapan sudah menjadi salah satu wilayah yang berkembang cukup pesat di Kalimantan.

Sebagai pengembang terkemuka di tanah air, sejak lama APLN telah melihat Kota Balikpapan sangat prospektif untuk pengembangan usaha properti di Wilayah Indonesia Timur.

Dari perspektif ini, akhirnya APLN pada tahun 2013 mengembangkan Borneo Bay City di Kota Balikpapan.

Baca Juga: Indonesia 1, Gedung Tertinggi di Pusat Bisnis Jakarta

Proyek ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 10 hektar, dimana sekitar 5 hektarnya merupakan lahan pengembangan baru. Borneo Bay City dikembangkan dengan konsep sebagai Superblok.

Konsep ini adalah pendekatan terkini dalam pengembangan kawasan hunian terpadu yang di dalamnya akan terdapat high-rise building untuk perkantoran dan apartemen, mall dan pusat pertokoan untuk kegiatan niaga dan wisata belanja, serta tempat-tempat yang menarik sebagai destinasi wisata.

Ringkasnya, dalam kawasan superblok Borneo Bay City akan lengkap tersedia berbagai fasilitas dan infrastruktur untuk memberikan kenyamanan hidup bagi mereka yang tinggal dan berkunjung ke tempat ini.

Borneo Bay City memiliki sejumlah kelebihan yang ditawarkan kepada konsumen, antara lain, taman hijau seluas 3,5 hektar yang terbagi menjadi 3, yaitu Bay Park, Private Sky Facilities Apartment, dan Bay Park Phase 2.

Baca Juga: Perkantoran The Kensington di Summarecon Kelapa Gading Tutup Atap

Selain itu, ada 3 mall/trade mall dalam satu kawasan, yakni Plaza Balikpapan Mall, Balikpapan Trade Center, dan branded mall dengan 5 lantai.

Kompleks tersebut juga dilengkapi dengan hotel bintang lima, tujuh menara apartemen dengan pemandangan Selat Makassar dan Kota Balikpapan, serta beach club di tepi laut.

Lokasi Borneo Bay City tepat berada di jalan Jenderal Sudirman No 1 Balikpapan. Kawasan ini sangat dekat dengan pusat bisnis perkantoran, perbankan dan fasilitas umum seperti sekolah, universitas ternama di Balikpapan, rumah sakit, akses cepat menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International Airport dan lainnya.

Menjawab pertanyaan mengenai rencana APLN dalam menyikapi peluang yang terkait rencana perpindahan ibukota ke Kalimantan, Agung Wirajaya menyatakan pihaknya sementara ini masih berkonsentrasi dalam proyek Borneo Bay City.

Baca Juga: Podomoro Park Bandung Tambah Fasilitas Rumah Sakit

“Saat ini, fokus kami adalah untuk terus mengembangkan Borneo Bay City sehingga dapat menjadi kawasan yang terus terintegrasi untuk menopang wilayah ibu kota baru di Kalimantan Timur,” pungkas Agung.

Borneo Bay City Balikpapan
Borneo Bay City Balikpapan./ dok. APL

Harga Naik

Sebelumnya diberitakan, harga hunian vertikal di tepian pantai Teluk Balikpapan yang dipasarkan oleh Agung Podomoro Land ditawarkan mulai Rp700 jutaan.

Mengutip koran-jakarta.com, pengembang berharap penjualan apartemen tersisa rampung pada akhir tahun 2019 ini. Hingga kini, penjualannya sudah mencapai 80 persen dari 1.220 unit tersedia.

Manajer Marketing Borneo Bay City, Yoga Gunawan, mengatakan dari total apartemen yang ditawarkan tersisa 250 unit.

Baca Juga: Synthesis Garap Perumahan di Pontianak, Mulai Rp1,8 Miliar

Perseroan memiliki dua tower besar dan sisanya lima tower kecil. Saat ini progresnya sudah 100 persen siap huni.

“Apartemennya sudah jadi dan tinggal serah kunci saja,” ungkapnya.

Untuk harga apartemen sudah terjadi kenaikan dari Rp700 juta menjadi Rp800 juta. “Untuk kelas premium, harganya mencapai Rp3 miliar,” kata dia.

Komentar